Welcome to AECP
The American English and Culture Program (AECP) has been offering specially-designed intensive English as a Second Language instruction since 1974, and has served students from more than 115 countries. The AECP faculty and staff are prepared to help you improve your English language skills and learn about culture and society in the United States. In addition to classes, there will be field trips to exciting places in Arizona and a variety of activities to give you an opportunity to become familiar with ASU and the American way of life.
The American English and Culture Program (AECP) is located at the heart of Arizona State University’s Tempe Campus in a friendly, medium-sized town which neighbors Phoenix, the nation’s fifth-largest city.
Arizona State University
Arizona State University is the New American University—a major public educational institution, premier research center and leader in innovation. Arizona State University is creating a new model for American higher education, an unprecedented combination of academic excellence, entrepreneurial energy and broad access. This New American University is positively impacting the economic, social, cultural and environmental health of the communities it serves.
ASU serves more than 67,000 students in metropolitan Phoenix, Arizona, enrolling students from all 50 U.S. states and 140 nations in more than 500 top-quality undergraduate and graduate programs. ASU placed third in USA Today’s ranking of the "Top-20 Undergraduates in the U.S." ASU’s faculty members are dedicated teachers and accomplished scholars, including 3 Nobel Prize laureates.
Big ideas and bold innovations define ASU.
Together, we are taking on today's biggest challenges.
Join with us in rising to the challenge: asuchallenges.com
Home » PROSPECTIVE STUDENTS
* Copyright & Trademark
* Accessibility
* Privacy
* Emergency
* Contact ASU
Laman
Advertisement
UK Writing & Research Co.
www.writingpro.co.uk/essaywriting
Anda memberi ini +1 secara publik. Urungkan
Best Rates & 100% Confidential!
Kamis, 20 Januari 2011
Kamis, 13 Januari 2011
KOMPAS.com
Upaya Mengatasi Pergeseran Bahasa Indonesia Sebagai Identitas Bangsa
REP | 02 November 2010 | 14:34 70 0
1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik.
Dewasa ini, pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan nyata maupun fiksi mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa gaul. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Dalam upaya untuk mengurangi pemakaian bahasa gaul sebagai alat komunikasi dalam masyarakat diperlukan suatu strategi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya sebagai berikut: 1. Kepedulian pemerintah terhadap perkembangan bahasa Indonesia Kadang-kadang bahasa yang disuluhkan oleh pembicara dari pusat bahasa tidak dipedulikan oleh pemerintah negeri kita. Oleh karena itu, terdapat kontroversi anatara norma bahasa yang dikumandangkan oleh pusat bahasa dengan kenyataan di lapangan. Kiranya sifat eksklusivisme dalam penggunaan bahasa Indonesia sebaiknya dipertimbangkan kembali. Kepedulian pemerintah bukan saja kemudahan mendapatkan fasilitas, melainkan juga kepedulian dalam penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Jika kepedulian pemerintah baik di pusat maupun di daerah dapat ditingkatkan, pembinaan dan pelestarian bahasa Indonesia dapat kita wujudkan. Salah satu yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah perlunya merancang undang-undang tentang pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar serta melakukan pengindonesiaan nama atau kata asing. 2. Kesadaran diri untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Pepatah lama mengatakan, “bahasa menunjukan bangsa”, maka untuk mengetahui dan mewujudkan identitas bangsa, kita harus menjunjung tinggi bahasa nasional. Untuk mengatsi pergeseran bahasa Indonesia yang sudah parah diperlukan usaha bersama oleh semua pihak agar menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Sebagai generasi muda kita harus menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia. Banyak bangsa lain yang merasa iri dan terkagum-kagum terhadap bangsa kita karena memiliki bahasa persatuan yaitu Indonesia. Ini merupakan salah satu jati diri asli bangsa Indonesia. Maka dari itu, kita harus menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kesadaran tersebut harus kita tanam mulai dari diri kita. Akhirnya marilah mulai tumbuhkan kembali kesadaran dalam diri masing-masing untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baku tanpa mencampuradukan dengan bahasa asing.
KOMPAS.com
© 2008 – 2011
REP | 02 November 2010 | 14:34 70 0
1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik.
Dewasa ini, pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan nyata maupun fiksi mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa gaul. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Dalam upaya untuk mengurangi pemakaian bahasa gaul sebagai alat komunikasi dalam masyarakat diperlukan suatu strategi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya sebagai berikut: 1. Kepedulian pemerintah terhadap perkembangan bahasa Indonesia Kadang-kadang bahasa yang disuluhkan oleh pembicara dari pusat bahasa tidak dipedulikan oleh pemerintah negeri kita. Oleh karena itu, terdapat kontroversi anatara norma bahasa yang dikumandangkan oleh pusat bahasa dengan kenyataan di lapangan. Kiranya sifat eksklusivisme dalam penggunaan bahasa Indonesia sebaiknya dipertimbangkan kembali. Kepedulian pemerintah bukan saja kemudahan mendapatkan fasilitas, melainkan juga kepedulian dalam penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Jika kepedulian pemerintah baik di pusat maupun di daerah dapat ditingkatkan, pembinaan dan pelestarian bahasa Indonesia dapat kita wujudkan. Salah satu yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah perlunya merancang undang-undang tentang pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar serta melakukan pengindonesiaan nama atau kata asing. 2. Kesadaran diri untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Pepatah lama mengatakan, “bahasa menunjukan bangsa”, maka untuk mengetahui dan mewujudkan identitas bangsa, kita harus menjunjung tinggi bahasa nasional. Untuk mengatsi pergeseran bahasa Indonesia yang sudah parah diperlukan usaha bersama oleh semua pihak agar menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Sebagai generasi muda kita harus menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia. Banyak bangsa lain yang merasa iri dan terkagum-kagum terhadap bangsa kita karena memiliki bahasa persatuan yaitu Indonesia. Ini merupakan salah satu jati diri asli bangsa Indonesia. Maka dari itu, kita harus menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kesadaran tersebut harus kita tanam mulai dari diri kita. Akhirnya marilah mulai tumbuhkan kembali kesadaran dalam diri masing-masing untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baku tanpa mencampuradukan dengan bahasa asing.
KOMPAS.com
© 2008 – 2011
Minggu, 09 Januari 2011
http://www.ardianrisqi.com/
Report Text : Dolphins
Rabu, 01 September 2010
For many years, many people believed that the cleverest animals after man were the chimpanzees. Now, however, there is proof that dolphins may be even cleverer than these big apes.Although a dolphin lives in the sea it is not a fish. It is a mammal. It is in many ways, therefore, like a human being.
Dolphins have a simple language. They are able to talk to one another. It may be possible for man to learn how to talk to dolphins. But this will not be easy because dolphins cannot hear the kind of sounds man can make. If man wants to talk to dolphins, therefore, he will have to make a third language which both he and the dolphins can understand.
Dolphins are also very friendly toward man. They often follow ships. There are many stories about dolphins guiding ships through difficult and dangerous water.
Contoh Report Text “Dolphins”
http://www.ardianrisqi.com/
Disusun Oleh Ardian Risqi Rahmawan
Situs belajar Online
Rabu, 01 September 2010
For many years, many people believed that the cleverest animals after man were the chimpanzees. Now, however, there is proof that dolphins may be even cleverer than these big apes.Although a dolphin lives in the sea it is not a fish. It is a mammal. It is in many ways, therefore, like a human being.
Dolphins have a simple language. They are able to talk to one another. It may be possible for man to learn how to talk to dolphins. But this will not be easy because dolphins cannot hear the kind of sounds man can make. If man wants to talk to dolphins, therefore, he will have to make a third language which both he and the dolphins can understand.
Dolphins are also very friendly toward man. They often follow ships. There are many stories about dolphins guiding ships through difficult and dangerous water.
Contoh Report Text “Dolphins”
http://www.ardianrisqi.com/
Disusun Oleh Ardian Risqi Rahmawan
Situs belajar Online
Langganan:
Komentar (Atom)